Tampilkan postingan dengan label Indie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indie. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 April 2012
Sabtu, 31 Maret 2012
CLEOPATRA ID
Cleopatra ID adalah Band Alternative Metal yang berasal dari Cirebon-Indonesia.terbentuk pada 19 maret 2006. awalnya Cleopatra ID Ber-Genre Alternative POP, dengan mengusung genre tsb selama ±2 tahun. Cleopatra ID memang benar-benar mendapat respon yang sangat baik dari pendengar radio-radio lokal Cirebon . Setelah lama berkecimpung dalam genre tersebut, Cleopatra ID mulai berevolusi untuk mencoba genre baru. Hal itu berawal dari pengakuan sang vokalis yang menyatakan kekurang nyamanannya dengan genre sebelumnya.
Pada Januari 2009, Ryzha Cleopatra dengan membawa Bendera Cleopatra Memutuskan untuk bergabung dengan Band indie Cirebon, yaitu Imodium yang mengusung Alternative metal, Dengan kesepakatan mengubah nama baru menjadi “Cleopatra ID” Dengan mengabungkan antara Alternative Metal Dan Gothic rock sebagai Genre yang dipilih Cleopatra ID.
Dan terakhir, pada Bulan Juni 2011 Cleopatra ID mengalami perubahan personil. Dengan formasi Ryzha(vocal,keyboard), Irman(Guitar), Gilang(Drum), Fikih(Bass), lebih memilih Genre Alternative metal , yang menurut mereka lebih mudah untuk dicerna, dengan menggabungkan sentuhan-sentuhan antara Gothic dan Grunge.
Evanescence, Seether, Breaking Benjamin, dll, adalah band-band yang mempengaruhi musik Cleopatra ID seperti saat ini. Tanpa melihat siklus perkembangan pasar musik di Indonesia saat ini, Cleopatra ID tetap berharap dapat diterima teman-teman penikmat musik.
Website :
member
Ryzha Cleopatra - Vocal and Keyboard(2006-present)
Irman Permana - Guitar(2009-present)
Gilang Y.Perdana - Drum(2011-present)
Fikih Apendhy - Bass(2011-present)
Discography
Cleopatra ID (2009-2011) - Download
Illusion
Cahaya
Who I am
Go to Hell
Stagnate
Desire of Reckindled Fire
Desolate
Terricolous
World of Theme
Aliquid
Fortify (intro)
Cleopatra CBC (2007)
Maya
Aku yang Bisa
Saying
Diam
Aku
Mimpi
Wolfman
Cleopatra ID (2009-2011) - Download
Illusion
Cahaya
Who I am
Go to Hell
Stagnate
Desire of Reckindled Fire
Desolate
Terricolous
World of Theme
Aliquid
Fortify (intro)
Cleopatra CBC (2007)
Maya
Aku yang Bisa
Saying
Diam
Aku
Mimpi
Wolfman
Rabu, 28 Maret 2012
Almond Pheuz
Almond Pheuz adalah band Gothic Metal Cirebon, mulai didirikan sejak tahun 2006 silam tepatnya pada 6 Juni
(06-06-2006). Berawal dari obrolan iseng bersama
dengan teman-teman, lalu merekapun sepakat membuat Band yaitu
The Barzah (2006) dan sempat berganti-ganti nama dan personel. Hingga di
tahun 2007, Band yang dimotori oleh Eraz, mengukuhkan untuk membuat
band “Almond Pheuz..
Formasi Almond Pheuz : Esty (Vokal), Uga (Vokal
Scream), Eraz (Gitar), Dheriz (Rhtym), John Putra (Bass), Wahyu (Drum).
Saat ini basecamp mereka di Jl. Karang Jalak Mekar, Rt. 04 Rw. 07
Sunyaragi Kota Cirebon, Contact Band : Hp. 08977067673, 087729061626.
Nama Almond
Pheuz memiliki Arti sendiri, yaitu Aliran Monster Perkumpulan
Underground Sunyaragi. Aliran Monster itu mengidentifikasikan karakter
musik kita yang suka dengan suara-suara screaming (jeritan).
Almond Pheuz terinspirasi dari band-band seperti Within Temptation, Geboren, Inner Beauty, Tottal Tragedy, dll. Selain Gothic Metal, Almond juga cenderung terpengaruh oleh rock Indonesia era tahun 90-an kayak Nike Ardila, Popy Mercuri, Mel Shandy, Nicky Astria.
Album Dadjal 2012
Selama 1 tahun mereka
mengumpulkan lagu-lagunya. Dan pada akhirnya
mereka bersepakat untuk membuat dan memproduksi sendiri lagu-lagu yang
sudah direkamnya kedalam CD Album.
Memproduksi
sendiri karya-karya yang sudah diciptakan dan mulai berfikir untuk
membuat jalur pemasaran sendiri. Walaupun itu memang tidak mudah, tapi
hal ini harus mulai dilakukan oleh mereka para musisi independent.
Karya-karya Almond Pheuz
yang ada di Album "Dadjal 2012" berisi 12 lagu beraliran Metal Gothic,
yaitu ; Harapan Yang Sirna, Jatuhnya Hari Akhir, Dadjal 2012, Sujud Anak
Durhaka, Peristiwa Kematian, Pedihnya Tersiksa, Ingin Ku Terbebas,
Bisikan Syetan, Kesunyian Hati, Selamat Tinggal, Sang Bidadari, Renungan
(Versi Akustik).
Bagi yang berminat memiliki koleksi CD Almond Pheuz "Dadjal
2012", bisa dipesan melalui saya langsung atau silahkan Kunjungin Online
STore Paviliun Kreatif, KLIK DISINI.
CD Almond Pheuz "Dadjal 2012"
Genre : Metal Gothic Symphoni
IDR : 35,000 (CD, Hardcover, Stiker Band)
.
Download Lagu Almond Pheuz
ALMOND PHEUZ - JATUHNYA HARI AKHIR DOWNLOAD KLIK DISINI
ALMOND PHEUZ - SUJUDNYA ANAK DURHAKA, DOWNLOAD KLIK DISINI
MAU LEBIH KOMPLITNYA, SILAHKAN PESEN DAN BELI CD ALBUMNYA :D
Jumat, 23 Maret 2012
KOIL
Koil adalah band beraliran rock yang berasal dari Bandung,
berdiri pada tahun 1993, dengan formasi Otong (vokal), Doni (gitar), Imo
(Bass), Leon (Drum). Sejak awal berdiri Koil memutuskan untuk membuat dan
memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri. Keputusan ini merupakan hal yang kurang
lazim saat itu , karena kebanyakan band saat itu lebih sering membawakan lagu
orang lain.
Sejarah dan
perjalanan band
Dengan usaha keras
akhirnya Koil berhasil menciptakan beberapa buah lagu dan pada tahun 1994
dengan dana yang minim Koil bisa masuk studio rekaman dan merekam sekitar 8
buah lagu. Kemudian lagu-lagu itu dirilis dalam single yang berjudul "Demo
From Nowhere". Kaset ini hanya diedarkan terbatas, selain karena
keterbatasan dana juga karena saat itu Koil kesulitan untuk mendapatkan tempat
untuk menjual kaset tersebut. Satu-satunya tempat yang mau memasarkannya adalah
Reverse Outfits, sebuah toko kepunyaan Richard Mutter (ex drummer Pas band).
Project Q
Pada tahun 1996,
seorang produser bernama Budi Soesatio dari label Project Q (label yang
mengeluarkan album Slank 1-3) tertarik untuk merilis album Koil dan mengkontrak
Koil sebanyak 2 album. Maka pada bulan September 1996 Koil merilis full
albumnya yang pertama yang berjudul “KOIL”, lagu-lagu di album ini sebagian
diambil dari single Demo From Nowhere.
Album ini mendapat
tanggapan positif dari khalayak musik Indonesia terutama pencinta musik rock,
karena musik dan lirik nya dianggap tonggak baru dalam kancah musik rock
Indonesia. Musik yang diusung Koil adalah musik rock yang dipenuhi dengan
sampling sampling suara. Sampling itu tidak hanya berasal dari instrumen musik
tapi juga dari suara-suara yang ada disekitar kita seperti suara air, suara
besi dipukul, suara panci dipukul suara-suara binatang, suara orang pidato,
dll, yang digarap dengan penggunaan teknik sampling yang apik . Dari segi
lirik, penulisan lirik-lirik yang mengekspresian kekosongan hati, kegelapan dan
kehampaan cinta yang dituangkan dalam bait-bait lirik berbahasa Indonesia,
menjadi suatu nilai plus bagi koil karena lirik bahasa Indonesia masih jarang
dipakai untuk jenis musik rock seperti Koil.
Kerjasama Project Q
dan Koil sebenarnya masih menyisakan 1 buah album lagi tapi karena dihadang
krisis moneter menyebabkan Project Q tidak dapat memproduksi album ke-2 Koil.
Akhirnya pada tahun 1998 Koil memutuskan untuk keluar dari Project Q.
Apocalypse Record
Setelah keluar dari
Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse
Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset
single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro
underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,
Dirilisnya album ini
membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran
manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam
pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya
yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari
Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya. Kostum dari
kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat
penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. Ditambah lagi dengan aksi
para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik.
hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di
Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.
Setelah merilis
single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu
untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain
diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga
masuk di beberapa kompilasi seperti: Best Alternative Indonesia (Aquarius
Musikindo), Ticket To Ride (Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.
Pada bulan Februari
2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan
dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam
pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul
Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu
dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar
muka seorang wanita.
Pada saat pertama
dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro
underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset
. Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya
pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat
terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie
label dan cara pendistribusian seperti ini).
Angka penjualan ini
didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo
yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil
dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang
kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran
McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager
restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank (pendiri
band/clothing citysounds) kabarnya adalah sahabat Koil
Setelah itu untuk
menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati
Surga dan klip itu dikirim ke MTV, tidak disangka-sangka ternyata klip itu
mendapat tanggapan positif dari pihak MTV (saat itu MTV belum menayangkan
klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat
respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request
terhadap lagu Linkin Park), Hal itu membuat pihak MTV mengundang Koil untuk
tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.
Alfa Record
Melihat potensi ini,
pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu Alfa Record menawarkan kerjasama
untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas
yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast
dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover
album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut
MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip
lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat
Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak
Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah
Hati”.
Peredaran kaset Koil
secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan
sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil
semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang
dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian
dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil
sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia,
Pada tahun 2003-2004
Koil banyak diundang untuk tampil di acara-acara seperti Nescafe Musik Asik,
Ulang tahun ke -20 tahun Slank di Stadion Lebak Bulus, Pekan Raya Jakarta dan
Pensi-Pensi SMU di Jakarta dan Bandung.
Di pertengahan tahun
2005 sekitar bulan Juni, Koil merilis 2 buah single terbarunya yang berjudul Hiburan Ringan Part 1 dan Hiburan Ringan Part II. Single ini masuk
dalam soundtrack film horror berjudul ’12:00 AM’. Masih di bulan yang sama ,
Koil membuat klip dari lagu Hiburan
Ringan Part II. Untuk mempromosikan single terbaru ini Koil tampil di acara
PESTA INDOSIAR, Kuta Karnival (Bali) untuk acara Oakley dan The Beat Rock Fest.
Kemudian di Jogja pada acara Star On Campus.
Blacklight Shines On
Penantian panjang
selama 6 tahun akhirnya terbayar lunas dengan keluarnya album baru dengan title
Blacklight Shines On. Album ini terdiri
dari 9 lagu:
·
Kenyataan
Dalam Dunia Fantasi (4:06)
·
Semoga Kau
Sembuh pt. II (7:58)
·
Ajaran
Moral Sesaat (4:52)
·
Aku Lupa
Aku Luka (4:31)
·
Hanya
Tinggal Kita Berdua (7:33)
Sistem Kepemilikan
(4:40)
·
Nyanyikan
Lagu Perang (4:59)
·
Semoga Kau
Sembuh part I (6:52)
·
Dan Cinta
Kita Terlupakan (5:49)
Yang menarik, lagu-lagu di album ini bisa didapatkan dengan
gratis. Berikut petikan dari situsnya koil:
“KOIL tidak pernah
menawarkan album ini ke label apapun, kami bukan bagian dari perdebatan major
label indie label, kami hanya ingin semua fans dan semua individu yang menyukai
musik bisa mendengarkan musik dengan tatasuara yang mewah tanpa harus punya
uang yang banyak”.
“Jadi bila kamu tidak punya uang kamu tetap
bisa menikmati musik KOIL dengan murah atau cukup dengan MOKUNDO modal kunping
doang, kalo ternyata kamu budeg, mungkin suatu hari nanti kami pikirkan
bagaimana caranya tetap bisa mendengarkan musik kami”.
The Blacklight Repackage
Tiga tahun setelah rilisnya Blacklight Shines On, sejarah
kembali berulang, Koil kembali dilirik label mainstream. Nagaswara menawarkan
Koil untuk merilis ulang dan mendistribusikan album secara nasional. Tawaran
diterima, Blacklight Shines On menghiasi rak-rak toko-toko CD dan kaset di
seluruh Indonesia pada tahun 2010.
Koil tidak hanya menyentuh para penggemarnya melalui album
tapi juga melalui single-single yang dirilis melalui kompilasi lokal,
soundtrack-soundtrack film dan juga video klip yang ditayangkan secara
nasional. Nama Koil juga banyak menghiasi panggung-panggung kecil maupun
panggung besar yang melibatkan artis-artis nasional lainnya. Salah satu
panggung yang paling mengesankan terjadi pada Februari 2011 di Bandung, kota
kelahiran mereka sendiri. Koil memuaskan lebih dari 3000 orang penggemarnya
melalui sebuah konser tunggal yang dimotori oleh sebuah perusahaan rokok
nasional bertajuk Koil Killer Concert 2011
Album Studio
1. KOIL - Download
Ø
Produser: Budi Soesatio
Ø
Label: Project Q
Ø
Rilis: September 1996
2. Megaloblast - Download
Ø
Produser: J.A. Verdijantoro & Donnijantoro
Ø
Label: Apocalypse Records
Ø
Rilis: Februari 2001
3. Megaloblast- Repackage
Ø
Produser: KOIL & Alfa Records
Ø
Label: Alfa Records
Ø
Rilis: Desember 2003
4. The Blacklight Shines On - Download
Ø
Produser: J.A. Verdijantoro & Donnijantoro
Ø
Label: Apocalypse Records
Ø
Rilis: September 2007
5. The Blacklight Repackage
Ø
Produser: J.A. Verdijantoro & Donnijantoro
Ø
Label: Apocalypse Records
Ø
Rilis: Februari 2010
Album Mini
·
Demons From Nowhere EP (Produser: J. A.
Verdijantoro & Donnijantoro - Label:
OMU Records - Rilis:1994)
·
Caligula EP (Produser: J.A. Verdijantoro &
DonnijantoroLabel: Apocalypse Records Rilis: 1998)
Single:
1. Indonesia Best Alternative (kompilasi)
Lagu: Dengekeun Aing
Label: Target Pro & Aquarius
Rilis: 1997
2. Sampler Ripple Magazine (kompilasi)
Lagu: Tidak Berarti
Label: Spills Records
Rilis: 1999
3. Ticket to Ride (kompilasi)
Lagu: Dosa (remix)
Label: Spills Records
Rilis: 2000
4. Viking (kompilasi)
Lagu: Untuk Kemenangan Kami
Label: Viking Records
Rilis: 2002
5. Rolling Stone Rare & Raw (kompilasi)
Lagu: Breathe With Me
Label: Rolling Stone Indonesia
Rilis: 2006
6. 12:00 AM (original soundtrack)
Lagu: Hiburan Ringan Part I, Hiburan Ringan Part II
Label: Explosive Records
Rilis: 2005
7. Kuntilanak 2 (Original Soundtrack)
Lagu: Semoga Kau Sembuh Pt.2
Rilis: 2007
8. Takut (Face of Fear) (original soundtrack)
Lagu: Suaramu Merdu
Rilis: 2008
9. 18+ (Original Soundtrack)
Lagu: Kenyataan Dalam Dunia Fantasi
Rilis: 2009
Senin, 19 Maret 2012
Burgerkill
Burgerkill adalah sebuah band metalcore
yang berasal dari kota Bandung, Jawa
Barat. Nama band ini diambil dari sebuah nama restaurant makanan siap saji asal Amerika, yaitu Burger
King, yang kemudian oleh mereka diparodykan menjadi
"Burgerkill".
Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya.
Mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudul Masaindahbangetsekalipisan tersebut.
Pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi Breathless dengan menyertakan lagu Offered Sucks didalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul Independent Rebel.
Disekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis).
Pada tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title Dua Sisi oleh Riotic Records. Pada tahun yang sama, band ini juga merilis single Everlasting Hope Never Ending Pain lewat kompilasi Ticket To Ride.
Mereka menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika: Puma yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia: INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.
Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title Berkarat.
Pada pertengahan tahun 2004, lewat album Berkarat Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia Ami Awards. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori Best Metal Production.
Di awal tahun 2005, Toto memutuskan untuk meninggalkan band tersebut. Mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player.
November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 Beyond Coma And Despair di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ini pun menjadi salah satu album terbaik di Rolling Stone Indonesia.[1]
Ivan sang vokalis akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di tengah-tengah proses peluncuran album baru mereka di akhir Juli 2006. Setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka.
Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka. Tahun 2009 menggelar konser "Allegiance to Metal Tour 2009" bersama Psycroptic dan Nemesis.
Band ini pernah satu panggung dengan beberapa band luar deperti The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa. Band ini juga menandatangani kontrak dengan Xenophobic Record Australia. Band ini juga telah merilis album baru mereka, Venomous pada bulan Juni 2011kemarin.
Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya.
Mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudul Masaindahbangetsekalipisan tersebut.
Pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi Breathless dengan menyertakan lagu Offered Sucks didalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul Independent Rebel.
Disekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis).
Pada tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title Dua Sisi oleh Riotic Records. Pada tahun yang sama, band ini juga merilis single Everlasting Hope Never Ending Pain lewat kompilasi Ticket To Ride.
Mereka menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika: Puma yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia: INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.
Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title Berkarat.
Pada pertengahan tahun 2004, lewat album Berkarat Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia Ami Awards. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori Best Metal Production.
Di awal tahun 2005, Toto memutuskan untuk meninggalkan band tersebut. Mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player.
November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 Beyond Coma And Despair di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ini pun menjadi salah satu album terbaik di Rolling Stone Indonesia.[1]
Ivan sang vokalis akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di tengah-tengah proses peluncuran album baru mereka di akhir Juli 2006. Setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka.
Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka. Tahun 2009 menggelar konser "Allegiance to Metal Tour 2009" bersama Psycroptic dan Nemesis.
Band ini pernah satu panggung dengan beberapa band luar deperti The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa. Band ini juga menandatangani kontrak dengan Xenophobic Record Australia. Band ini juga telah merilis album baru mereka, Venomous pada bulan Juni 2011kemarin.
Album Studio
Sabtu, 17 Maret 2012
Cupumanik
Di tahun 1996 band ini terbentuk, che (vocal) dan iyak (bass) adalah yang pertama menemukan dan mendirikan band ini. Bandung-lah kota yang di takdirkan untuk mempertemukan para personilnya dan membesarkan band ini. Pada awal kemunculan-nya di kota Kembang Bandung, Cupumanik tampil sebagai band cover song lagu-lagu semacam: Pearl jam, Stone temple pilots, Soundgarden, Bush, Live, Silverchair, Foo fighters sampai Alice in chains.
Tepat ketika musik Grunge sedang bergulir di era itu, Cupumanik mulai di kenal sebagai bintang tamu di banyak acara musik grunge, sebut saja acara Grunge pertama dan terbesar di Bandung yang sangat fenomenal yaitu GRUNGY, di event tersebut Cupumanik menarik banyak perhatian dari publik musik Bandung. Setelah itu mulailah merambah job manggung ke kampus-kampus, pensi, off air radio dan cafe yang sengaja membuat event seperti 99% grunge, Seattle sound nite.
Di tahun 1999, Cupumanik sudah mulai mengenalkan musik mereka sendiri, mereka sudah mulai memiliki keinginan kuat untuk mencari bentuk dan identitas musikal mereka. Lagu yang pertama kali di ciptakan adalah berjudul KUYUP, sebuah penjelajahan musikal yang sangat blues dengan lirik yang sangat personal, mengenai deskripsi estetika sex. Lagu kedua yaitu TENTANG ABU-ABU, sebuah lirik instrospektif mengenai diri yang sedang high tiba-tiba tersadar mendengar senandung adzan magrib. Lalu AIB sebuah lagu yang tercipta karena sebuah kondisi nyata seorang teman wanita yang di buang keluarga dengan kisah hamil di luar nikah. Lagu AIB-lah yang membuat band ini makin di kenal, setelah lagu ini masuk kedalam chart indie di radio.
Di tahun 2001, band ini makin menemukan bentuk musikalnya, pondasipun semakin kuat di dukung personil yang makin solid setelah berganti-ganti personil sebelumnya. Che dan Iyak akhirnya menemukan Rama(guitar), eski(guitar) dan Dony(drum). Single MAHA RENCANA di publish oleh salah satu majalah sub culture bernama RIPPLE, dalam sebuah kaset dari bonus majalah mereka. Single MAHA RENCANA-lah sebuah tiket menuju scene music Bandung yang sangat homogen dan besar persaingan-nya.
Rencana untuk merilis album sendiri dengan jalan independent akhirnya buyar setelah ada tawaran dari label major Sony music, tawaran pertama dari mereka adalah membuat split album, side A CUPUMANIK dan side B adalah band Jakarta SAINT LOCO. Tawaran itu di tolak Cupumanik, tak lama setelah lobby-lobby panjang dengan Sony Music, label major lokal AQUARIUS MUSIKINDO langsung menawari mereka full album di bawah bendera POP MUSIC/Aquarius. Tahun 2004 Cupumanik resmi sign dengan Aquarius untuk 2 album. Band ini rilis secara nasional pada April 2005. Dengan single pertama MAHA RENCANA.
Sebelum rilis album, di tengah-tengah masa rekaman album, Cupumanik melakukan rangkaian tour bersama band alternative /rif yang juga asal Bandung, tour 5 kota di mulai dari kota Surabaya, berlanjut ke Malang, Yogyakarta, Cirebon dan berakhir di Jakarta. Di tahun 2005 akhir, band ini masuk kedalam album soundtrack film DEALOVA dengan single PERKENANKAN AKU MENCINTAINYA, sebuah lirik yang memaparkan hubungan pelik sepasang kekasih yang berbeda agama. Single ke dua dengan judul BUKAN SAAT INI diluncurkan di akhir 2006, dan lagu inipun masuk sebagai soundtrack film layar lebar ADA AKU KAMU ADA, di bulan mei 2008.
Konsep LOVE, LIVE and EMPATHY menjadi tag line atau slogan yang sengaja di hembuskan kepada publik dan media sebagai sebuah slogan representatif atau gambaran lirik-lirik yang terkandung di album pertama mereka. Media bahkan menyebut mereka sebagai “sebuah band empathy rock”, “band Grunge dari Bandung” dan ungkapan lain dari media seperti “seattle rock on acid”. Publik Grunge lokal, komunitas grunge di Jakarta, Bandung, Palembang, Cirebon, Bogor mengundang show mereka atas nama musik grunge, dan Cupumanik berkali-kali tampil sebagai headline dalam acara Grunge seperti PEARL JAM nite dengan sambutan yang sangat baik.
Saat ini Cupumanik sedang mengumpulkan materi album ke dua yang masih akan di produksi label Aquarius. Tema lirik masih di seputar sikap personal dan reaksi terhadap keadaan politik, memperjuangkan mimpi, gumpalan kemarahan atas kondisi pembodohan karya, relasi sosial dan pengalaman metafis transendental. Musik masih akan kental nuansa Grunge, blues, modern rock dan sentuhan Rock N roll. “motivasi terbesar kami ingin segera merilis album kedua adalah untuk para Cupumaniak dan mengembalikan spirit musik grunge seperti saat pertama kali kami muncul”, begitulah Iyak sang bassist menjelaskan ambisinya dalam sebuah interview. Cupumaniak adalah sebuah istilah atau sebutan bagi fans mereka di berbagai daerah. Kabarnya management Cupumanik mengelola fans mereka dalam sebuah wadah Club ngobrol yang bernama ISI (interaksi hati) yang jumlahnya semakin bertambah









