Modern Rock 2 album, berisi 18 lagu hits dan ini juga salah satu kompilasi album modern rock yang keren pada jaman saya SMP.
Track list
1. Linkin Park / In The End
2. X-Ecutioners ft. Mike Shinoda & Mr Hahn / It's Going Down
3. P.O.D / Youth Of The Nation
4. Creed / My Sacrifice
5. The Goo Goo Dolls / Here Is Gone
6. Incubus / Wish You Were Here
7. Nickelback / How You Remind Me
8. Oasis / The Hindu Times
9. Default / Wasting My Time
10. Staind / It's Been Awhile
11. Quarashi / Stick 'Em Up
12. Sugar Ray / Answer The Phone
13. A / Nothing
14. Bush / Inflatable
15. Disturbed / Stupify
16. Kid Rock / Forever
17. Phantom Planet / California
18. Course Of Nature / Caught In The Sun
Switchfoot merupakan band rock alternatif yang berasal dari San Diego, California. Anggotanya terdiri dari Jon Foreman pada vokal dan gitar, Tim Foreman pada bass dan vokal, Chad Butler pada drum dan perkusi, Jerome Fontamillas pada gitar, keyboard, backing vokal, dan Drew Shirley pada gitar.
Mereka dikenal, karena menunjukkan beberapa pertunjukkan live yang enerjik,
tiga gitaris dalam barisan depan sering beroperasi secara simultan,
kepekaan pop Foreman dalam membuat lagu, dibantu oleh karya sintesa dari
Fontamillas, mengakarkan suara pada industri. Band ini berkreasi dengan
dasar suara yang yang sifatnya "Switchfoot" - Melodi yang menderak
disertai suara berlapis-lapis yang menampilkan beberapa eksperimen
elektronik, dan sering diisi dengan dorongan reff gitar yang keras
disertai beberapa nada vokal yang lebih lembut.
Setelah sebelumnya sukses menjadi Band Rock Kristen, Switchfoot
mendapatkan pengakuan musik pertama setlah diluncurkannya empat
lagu-lagu mereka di film tahun 2002 "A Walk to Remember". Pengakuan ini membawa mereka pada debut album besar, The Beautiful Letdown, yang dirilis pada tahun 2003. Album terjual lebih dari 2,6 juta kopi dan serta menghasilkan singel band yang paling dikenal, "Meant to Live" dan "Dare You to Move".
Menurut Jon Foreman, nama "Switchfoot" berasal dari istilah
berselancar. "Kami semua menyukai selancar dan telah berselancar hidupan
kami demi mengetahui kehidupan kami yang sebenarnya, tema nama yang
sesuai. Mengalihkan kaki Anda berarti mengambil sikap baru untuk
menghadap ke arah yang berlawanan. Ini tentang perubahan dan pergerakan,
dengan cara yang berbeda mendekati kehidupan dan musik".
Band ini telah menyelesaikan album ketujuh mereka, "Hello Hurricane", yang mana akan segera pada bulan Nopember 2009.
Sejarah Pembentukan dan tahun-tahun awal(1996–2002)
Switchfoot didirikan pada tahun 1996, terdiri dari Jon Foreman dan saudaranya Tim, serta Chad Butler sebagai drumer. Setelah memainkan beberapa pertunjukan, group band ini dikontak oleh Charlie Peacock dan menandatangani kontrak dibawah indie lable Re: Think yang mendistribusikan tiga album pertama Switchfoot : The Legend of Chin, New Way to Be Human, dan Learning to Breathe.
The Beautiful Letdown (2003–05)
Meskipun sudah pernah mengeluarkan 3 buah album bersama Re:Think Records, Switchfoot belum terkenal sampai ketika 4 lagu mereka menjadi soundtrack film “A Walk To Remember”. Di soundtrack ini, Switchfoot mendapat begitu banyak pujian, sampai-sampai ada yang menulis bahwa kekurangan soundtrack ini adalah “There isn’t enough Switchfoot!” Kontan, Switchfoot pun meroket di jalur mainstream, apalagi lagu “Only Hope” juga muncul di dalam filmnya (dinyanyikan oleh Mandy Moore)
dan Jon berkesempatan berduet bersama solois cantik tersebut di lagu
“Someday We’ll Know” (cover dari lagu New Radicals). Album-album
berikutnya seperti “Learning To Breathe” yang masih dirilis oleh
Re:Think Records sampai ke yang dirilis major label Columbia: “The
Beautiful Letdown”, “Nothing Is Sound” dan yang terbaru, “Oh! Gravity”,
laris di pasaran. “Learning To Breathe” bahkan berhasil memperoleh
nominasi di Grammy Awards untuk Best Rock Gospel Album.
Cleopatra ID adalah Band Alternative Metal yang berasal dari Cirebon-Indonesia.terbentuk pada 19 maret 2006. awalnya Cleopatra ID Ber-Genre Alternative POP, dengan mengusung genre tsb selama ±2 tahun. Cleopatra ID memang benar-benar mendapat respon yang sangat baik dari pendengar radio-radio lokal Cirebon . Setelah lama berkecimpung dalam genre tersebut, Cleopatra ID mulai berevolusi untuk mencoba genre baru. Hal itu berawal dari pengakuan sang vokalis yang menyatakan kekurang nyamanannya dengan genre sebelumnya.
Pada Januari 2009, Ryzha Cleopatra dengan membawa Bendera Cleopatra
Memutuskan untuk bergabung dengan Band indie Cirebon, yaitu Imodium yang
mengusung Alternative metal, Dengan kesepakatan mengubah nama baru
menjadi “Cleopatra ID” Dengan mengabungkan antara Alternative Metal Dan
Gothic rock sebagai Genre yang dipilih Cleopatra ID.
Dan terakhir, pada Bulan Juni 2011 Cleopatra ID mengalami perubahan
personil. Dengan formasi Ryzha(vocal,keyboard), Irman(Guitar),
Gilang(Drum), Fikih(Bass), lebih memilih Genre Alternative metal , yang menurut mereka lebih mudah untuk dicerna, dengan menggabungkan sentuhan-sentuhan antara Gothic dan Grunge.
Evanescence, Seether, Breaking Benjamin, dll, adalah band-band yang mempengaruhi musik Cleopatra ID seperti saat ini. Tanpa melihat siklus perkembangan pasar musik di Indonesia saat ini, Cleopatra ID tetap berharap dapat diterima teman-teman penikmat musik.
Cleopatra ID (2009-2011) - Download
Illusion
Cahaya
Who I am
Go to Hell
Stagnate
Desire of Reckindled Fire
Desolate
Terricolous
World of Theme
Aliquid
Fortify (intro)
Cleopatra CBC (2007)
Maya
Aku yang Bisa
Saying
Diam
Aku
Mimpi
Wolfman
Awalnya, band yang lahir di kampus Unpad ini mulai meniti karier dari
panggung-panggung underground sejak 1989. Pas Band berdiri secara resmi
pada tahun 1990. Pada tahun 1993 grup yang terdiri dari Bengbeng
(gitar), Trisno (Bass), Yukie (vokal) dan Richard Mutter (drum) ini
merilis album EP berbendera indie label dengan debut, Four Through The Sap.
Mulai album kedua In (No) Sensation (1995) hingga sekarang,
mereka digandeng oleh Aquarius Musikindo. Label ini membebaskan mereka
untuk berkarya. Meskipun tidak bisa merangkul semua orang lewat musiknya
yang tidak biasa, namun mereka mulai membangun basis massa yang setia
dengan jalur yang mereka pilih.
Album kedua ini diikuti oleh album-album mereka berikutnya, yaitu indieVduality (1997), Psycho I.D. (1998). Pada album keempat, Richard mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Sandy (ex-U'Camp)[1]. Dengan formasi tanpa Richard, mereka merilis album kelima yang berjudul Ketika
(2001), namun Sandy belum dapat bermain pada rekaman album ini karena
masih terikat kontrak dengan label lain. Sandy yang sekarang ini menjadi
penyiar di I-Radio 89.6 FM bergabung di album keenam PAS 2.0 (2003), dan album ketujuh Stairway to Seventh (2004). Dua tahun kemudian, Pas Band meluncurkan album the best
berisi 3 lagu barunya "Permata Yang Hilang", "Romeo & Juliet", dan
"Gladiator" dan 9 lagu hits lamanya. Dua tahun seakan menjadi waktu yang
tepat untuk mengumpulkan materi untuk album terbarunya, dan akhirnya
Pas Band mengumumkan album barunya pada 20 Maret 2008,
berjudul Romantic,Lies & Bleeding. Hits terbarunya berjudul
"Aku" yang bercerita tentang pengakuan seorang lelaki bajingan, telah
malang melintang diputar di radio-radio dan Internet.
Garasi Band adalah band yang terbentuk akhir 2005. Saat awal berdirinya, Garasi terdiri dari 3 personil, yaitu Ayu Ratna (vokal, gitar), Fedi Nuril (Keyboard, Gitar) dan Aries Budiman (drum).
Tidak seperti band lain kelahiran Garasi Band ini diikuti dengan rilis film layar lebar dengan setting grup mereka. Film dengan judul GARASI itu di bawah arahan Agung Sentausa dengan produser Mira Lesmana. Selain didukung bintang akting Arie Dagienkz, Mahendra Desta dan Syaharani.
Album baru mereka diedarkan bersamaan dengan peluncuran film GARASI. Dan pemasarannya dibantu oleh musisi Indra Lesmana, Abdee Slank, dan Anang Hermansyah, serta diproduksi oleh Miles Music. Garasi Band kembali merilis album GARASI II pada 7 Juli 2008. Namun pada album keduanya ini, tanpa disertai film layar lebar sebagaimana album pertamanya.
Diantara kesibukan promo album kedua, Garasi Band mendapatkan tawaran untuk menyumbangkan lagu untuk film fenomenal LASKAR PELANGI. Lagu bertema persahabatan ini ada di dalam album soundtrack film LASKAR PELANGI. Di awal 2009, Garasi Band resmi berjalan tanpa kehadiran Ayu Ratna. Ayu yang selama ini berada di posisi vokal dan gitaris resmi dipecat dari Garasi Band, karena dianggap lebih mementingkan kepentingan pribadi ketimbang grup bandnya.
Selama Garasi belum memiliki vokalis pengganti, sementara Fedi menjadi vokalis 'dadakan' untuk pertunjukan Garasi. Demi mencari pengganti vokalis mereka, Garasi
sampai membuat audisi. Audisi tertutup itu diakui mereka cukup
melelahkan. Ada sekitar 200 kandidat yang berlomba ingin menjadi vokalis
Garasi.
Namun uniknya, yang terpilih dan terbaik justru bukan datang dari proses
audisi ini. Vokalis yang terpilih adalah seorang cowok berusia 27 tahun
yang dikenal dengan nama Higin. Higin sendiri adalah penggemar Garasi. Ia juga merupakan rekan musikal Aries Budiman asal Sukabumi yang memiliki gaya vokal androgyny (maskulin dan feminin) dan piawai mencipta lagu.
Pembaruan lainnya, jika dulu Garasi dikenal sebagai trio kini mereka sepakat menjadi kuartet dengan mengangkat Wembri sebagai pemain bass sekaligus pencipta lagu. Ia bukan orang baru lagi bagi Garasi, selain ikut rekaman sejak album GARASI II, cowok 29 tahun itu juga tampil di berbagai konser Garasi formasi terdahulu.
Untuk penggarapan album selanjutnya, Garasi memberikan keluasan tempat dan kesempatan untuk kedua personil barunya. Dalam album bertajuk KEMBALI,
90% materi di dalamnya mengandung nilai dan kreativitas yang dituangkan
oleh kedua personil tersebut. Seluruh rangkaian perkembangan terbaru Garasi ini juga didukung sepenuhnya oleh produser eksekutif sekaligus founding mother Mira Lesmana
/rif (rhythm in freedom) adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat. Personel /rif adalah Andy (vokal), Jikun (gitar), Maggi (drum), dan Ovy (gitar). Sampai saat ini /rif telah menelurkan 6 album musik dengan satu album berisi kumpulan lagu terbaik dari /rif.
Grup band ini dibentuk pada tahun 1992 dengan nama Badai Band. Setahun kemudian nama mereka berganti menjadi R.I.F (Rhythm In Freedom), yang memulai dengan bermain musik dari kafe ke kafe. Tahun 1995, mereka berganti nama menjadi /rif (dengan garis miring di awal nama mereka).
Beberapa kali personel mereka berganti. Hingga akhirnya dengan formasi Andy (vokal), Iwan (bas), Adji (gitar), Maggi (drum), dan Denny (gitar) mereka merambah studio rekaman pada tahun 1997, dan merilis album pertama Radja yang melejitkan hits berjudul sama "Radja". Pada bulan Oktober 1998 /rif meluncurkan album kedua, Salami, sebuah album yang sarat dengan muatan moral untuk peduli pada alam. Dua tahun kemudian, tepatnya April 2000 album ketiga berjudul Nikmati Aja diluncurkan. Dan pada tahun 2002 kembali mereka merilis album keempat berjudul ... Dan Duniapun Tersenyum.
Sayang, Denny kemudian mengundurkan diri lantaran tak sepaham lagi dengan /rif. Posisinya digantikan oleh Ovy, mantan gitaris Ucamp yang resmi bergabung Maret 2003 dan Sonny juga mengundurkan diri dan bergabung di band Oris Dan Jikun membuat side project dengan membentuk group band yang bernama Jikunsprain.
Koil adalah band beraliran rock yang berasal dari Bandung,
berdiri pada tahun 1993, dengan formasi Otong (vokal), Doni (gitar), Imo
(Bass), Leon (Drum). Sejak awal berdiri Koil memutuskan untuk membuat dan
memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri. Keputusan ini merupakan hal yang kurang
lazim saat itu , karena kebanyakan band saat itu lebih sering membawakan lagu
orang lain.
Sejarah dan
perjalanan band
Dengan usaha keras
akhirnya Koil berhasil menciptakan beberapa buah lagu dan pada tahun 1994
dengan dana yang minim Koil bisa masuk studio rekaman dan merekam sekitar 8
buah lagu. Kemudian lagu-lagu itu dirilis dalam single yang berjudul "Demo
From Nowhere". Kaset ini hanya diedarkan terbatas, selain karena
keterbatasan dana juga karena saat itu Koil kesulitan untuk mendapatkan tempat
untuk menjual kaset tersebut. Satu-satunya tempat yang mau memasarkannya adalah
Reverse Outfits, sebuah toko kepunyaan Richard Mutter (ex drummer Pas band).
Project Q
Pada tahun 1996,
seorang produser bernama Budi Soesatio dari label Project Q (label yang
mengeluarkan album Slank 1-3) tertarik untuk merilis album Koil dan mengkontrak
Koil sebanyak 2 album. Maka pada bulan September 1996 Koil merilis full
albumnya yang pertama yang berjudul “KOIL”, lagu-lagu di album ini sebagian
diambil dari single Demo From Nowhere.
Album ini mendapat
tanggapan positif dari khalayak musik Indonesia terutama pencinta musik rock,
karena musik dan lirik nya dianggap tonggak baru dalam kancah musik rock
Indonesia. Musik yang diusung Koil adalah musik rock yang dipenuhi dengan
sampling sampling suara. Sampling itu tidak hanya berasal dari instrumen musik
tapi juga dari suara-suara yang ada disekitar kita seperti suara air, suara
besi dipukul, suara panci dipukul suara-suara binatang, suara orang pidato,
dll, yang digarap dengan penggunaan teknik sampling yang apik . Dari segi
lirik, penulisan lirik-lirik yang mengekspresian kekosongan hati, kegelapan dan
kehampaan cinta yang dituangkan dalam bait-bait lirik berbahasa Indonesia,
menjadi suatu nilai plus bagi koil karena lirik bahasa Indonesia masih jarang
dipakai untuk jenis musik rock seperti Koil.
Kerjasama Project Q
dan Koil sebenarnya masih menyisakan 1 buah album lagi tapi karena dihadang
krisis moneter menyebabkan Project Q tidak dapat memproduksi album ke-2 Koil.
Akhirnya pada tahun 1998 Koil memutuskan untuk keluar dari Project Q.
Apocalypse Record
Setelah keluar dari
Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse
Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset
single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro
underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,
Dirilisnya album ini
membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran
manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam
pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya
yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari
Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya. Kostum dari
kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat
penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. Ditambah lagi dengan aksi
para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik.
hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di
Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.
Setelah merilis
single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu
untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain
diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga
masuk di beberapa kompilasi seperti: Best Alternative Indonesia (Aquarius
Musikindo), Ticket To Ride (Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.
Pada bulan Februari
2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan
dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam
pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul
Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu
dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar
muka seorang wanita.
Pada saat pertama
dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro
underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset
. Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya
pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat
terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie
label dan cara pendistribusian seperti ini).
Angka penjualan ini
didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo
yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil
dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang
kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran
McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager
restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank (pendiri
band/clothing citysounds) kabarnya adalah sahabat Koil
Setelah itu untuk
menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati
Surga dan klip itu dikirim ke MTV, tidak disangka-sangka ternyata klip itu
mendapat tanggapan positif dari pihak MTV (saat itu MTV belum menayangkan
klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat
respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request
terhadap lagu Linkin Park), Hal itu membuat pihak MTV mengundang Koil untuk
tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.
Alfa Record
Melihat potensi ini,
pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu Alfa Record menawarkan kerjasama
untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas
yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast
dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover
album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut
MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip
lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat
Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak
Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah
Hati”.
Peredaran kaset Koil
secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan
sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil
semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang
dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian
dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil
sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia,
Pada tahun 2003-2004
Koil banyak diundang untuk tampil di acara-acara seperti Nescafe Musik Asik,
Ulang tahun ke -20 tahun Slank di Stadion Lebak Bulus, Pekan Raya Jakarta dan
Pensi-Pensi SMU di Jakarta dan Bandung.
Di pertengahan tahun
2005 sekitar bulan Juni, Koil merilis 2 buah single terbarunya yang berjudul Hiburan Ringan Part 1 dan Hiburan Ringan Part II. Single ini masuk
dalam soundtrack film horror berjudul ’12:00 AM’. Masih di bulan yang sama ,
Koil membuat klip dari lagu Hiburan
Ringan Part II. Untuk mempromosikan single terbaru ini Koil tampil di acara
PESTA INDOSIAR, Kuta Karnival (Bali) untuk acara Oakley dan The Beat Rock Fest.
Kemudian di Jogja pada acara Star On Campus.
Blacklight Shines On
Penantian panjang
selama 6 tahun akhirnya terbayar lunas dengan keluarnya album baru dengan title
Blacklight Shines On. Album ini terdiri
dari 9 lagu:
·Kenyataan
Dalam Dunia Fantasi (4:06)
·Semoga Kau
Sembuh pt. II (7:58)
·Ajaran
Moral Sesaat (4:52)
·Aku Lupa
Aku Luka (4:31)
·Hanya
Tinggal Kita Berdua (7:33)
Sistem Kepemilikan
(4:40)
·Nyanyikan
Lagu Perang (4:59)
·Semoga Kau
Sembuh part I (6:52)
·Dan Cinta
Kita Terlupakan (5:49)
Yang menarik, lagu-lagu di album ini bisa didapatkan dengan
gratis. Berikut petikan dari situsnya koil:
“KOIL tidak pernah
menawarkan album ini ke label apapun, kami bukan bagian dari perdebatan major
label indie label, kami hanya ingin semua fans dan semua individu yang menyukai
musik bisa mendengarkan musik dengan tatasuara yang mewah tanpa harus punya
uang yang banyak”.
“Jadi bila kamu tidak punya uang kamu tetap
bisa menikmati musik KOIL dengan murah atau cukup dengan MOKUNDO modal kunping
doang, kalo ternyata kamu budeg, mungkin suatu hari nanti kami pikirkan
bagaimana caranya tetap bisa mendengarkan musik kami”.
The Blacklight Repackage
Tiga tahun setelah rilisnya Blacklight Shines On, sejarah
kembali berulang, Koil kembali dilirik label mainstream. Nagaswara menawarkan
Koil untuk merilis ulang dan mendistribusikan album secara nasional. Tawaran
diterima, Blacklight Shines On menghiasi rak-rak toko-toko CD dan kaset di
seluruh Indonesia pada tahun 2010.
Koil tidak hanya menyentuh para penggemarnya melalui album
tapi juga melalui single-single yang dirilis melalui kompilasi lokal,
soundtrack-soundtrack film dan juga video klip yang ditayangkan secara
nasional. Nama Koil juga banyak menghiasi panggung-panggung kecil maupun
panggung besar yang melibatkan artis-artis nasional lainnya. Salah satu
panggung yang paling mengesankan terjadi pada Februari 2011 di Bandung, kota
kelahiran mereka sendiri. Koil memuaskan lebih dari 3000 orang penggemarnya
melalui sebuah konser tunggal yang dimotori oleh sebuah perusahaan rokok
nasional bertajuk Koil Killer Concert 2011
Kotak
terbentuk tanggal 27 September 2004 dalam acara The Dream Band.Berawal dari
ajang Dream Band tahun 2004 silam, Kotak lahir dibidani salah seorang personel
Kahitna, Doddy, yang bertindak sebagai produser. Saat itu, Doddy melakukan
audisi untuk membentuk format band baru di Indonesia yang terdiri atas drummer,
gitaris, bassist, dan vokalis. Audisi
tersebut cukup mendapatkan respons dari musisi remaja yang ingin mencoba
peruntungannya di industri musik. Sebanyak 400 orang vokalis, 170 bassist, ratusan
gitaris, dan ratusan drummer menjejali tempat audisi. Setelah melakukan audisi
dengan mempertimbangkan berbagai format penilaian, terpilihlah 2 vokalis, 2
bassist, 3 gitaris, dan 2 drummer. Musisi muda terpilih itu kemudian diramu
lagi menjadi dua band yaitu Kotak yang personelnya empat orang dan
"Lima" yang personelnya lima orang.
Arti
Nama
Nama
Kotak memiliki arti empat sisi dan empat sudut yang bersatu menjadi bangunan
kotak. Hal itu menggambarkan tentang empat orang yang berbeda tetapi bersatu dalam
satu wadah musik.
Pare
dan Icez Keluar
Formasi
band Kotak saat itu bukan seperti yang ada sekarang. Formasi grup band Kotak
pertama kali diisi oleh Cella (gitar), Icez (bass), Pare (vokal), dan Posan
(drum). Mereka kemudian merilis album pertama berjudul Kotak.
Pada
tahun 2007, Icez dan Pare ternyata memutuskan keluar dari band. Posisi yang
kosong kemudian digantikan oleh Tantri pada vokal dan Chua pada bass. Mereka
kemudian merilis album keduanya berjudul Kotak Kedua pada tahun 2008.
Posan
Keluar
Posan
keluar dari band Kotak. Drummer yang sudah bermain bersama Kotak selama tujuh
tahun itu resmi meninggalkan Kotak yang kini hanya tersisa Cella, Tantri dan
Chua.
Peraih
drummer terbaik versi SCTV Award ini menolak alasan keluar dirinya dari Kotak
karena adanya konflik internal. Menurut Posan dia sedang fokus dengan Winner,
band side-project miliknya. Selain itu Posan sedang sibuk menangani band
bernama The Sign. Kesibukan luar biasa yang dijalani Posan membuat dia harus
memilih untuk keluar dari Kotak.
Kotak
merupakan album perdana band Kotak yang di rilis pada tahun 2005. Pada saat
itu, posisi band Kotak di isi oleh Pare (Vokal), Icez (Bass), Cella (Gitar),
dan Posan (Drum).
Incubus merupakan band Alternative Rock dibentuk oleh Brandon Boyd, Mike Einziger, Alex Katunich, dan Jose Pasillas yang kemudian merekrut Gavin Kopell (DJ Lyfe) pada sektor turntable setelah DJ Lyfe menunjukkan sample tracknya. Grup yang namanya mengambil nama setan dalam legenda yang muncul dalam mimpi ini dibentuk di tahun 1993. Setelah mencoba membuat demo beberapa kali, akhirnya Incubus mendapat kontrak rekaman dari Immortal Records dan melepas album ENJOY INCUBUS awal 1997. 2 tahun sebelumnya Incubus pernah merilis indie album dengan judul FUNGUS AMONGUS. Album FUNGUS AMONGUS ini kemudian juga dirilis oleh major label setelah ENJOY INCUBUS.
1998, Chris Killmore bergabung untuk menggantikan posisi Gavin Kopell yang dipecat karena perbedaan kreatifitas. Mike sempat tidak berminat lagi menambah personel, namun setelah bertemu dengan Chris nampaknya ada kecocokan antar mereka. Dengan formasi ini, Incubus sempat melepas 3 album: MAKE YOURSELF, WHEN INCUBUS ATTACKS, dan MORNING VIEW sebelum akhirnya Alex Katunich mengundurkand diri dan digantikan oleh Ben Kenney pada 2003.
Incubus selama aktifnya telah merilis 8 studio album dengan album terakhirnya LIGHT GRENADES 2006 kemarin. Album ini sempat bertengger di peringkat 1 US Charts walaupun di Inggris cuma mampu berada di tangga 52. 3 album terakhir Incubus nampaknya selalu mendapat tempat terhormat di US Chart. Walaupun tidak menduduki peringkat 1, namun MORNING VIEW dan A CROW LEFT OF THE MURDER sempat berada di tangga ke 2.
Single-single Incubus macam Drive, Megalomaniac, Pardon Me, Nice to Know You, dan Anna Molly termasuk sukses dan mampu menembus 10 besar tangga lagu di Amerika Serikat. Kabarnya single Megalomaniac sempat dicekal MTV untuk penayangan siang hari karena dianggap memuat kritik pedas terhadap pemerintahan presiden Bush. Namun justru Incubus justru tidak keberatan dan malah senang lagu mereka ditayangkan MTV hanya setelah larut malam.
Akhir-akhir ini Incubus merilis 4 single live sekaligus. Lebih mengejutkan lagi, 4 single tersebut dirilis secara gratis oleh Brandon Boyd dan kawan-kawan.
"Kami ingin berterima kasih untuk semua fans di seluruh dunia yang telah meramaikan tur kami dengan membagikan sedikit hadiah berupa sebuah musik di hari valentine ini. Kami memasukkan 4 lagu favoritmu di Incubus yang direkam selama tur," tulis Incubus di situs resminya.
"Track-track tersebut akan menjadi bagian dari komposisi If Not Now, When? Live Bootleg Series yang akan dirilis secepatnya. Jika kamu senang dengan apa yang kamu dengarkan, kami harap kamu akan bergabung di tur kami berikutnya pada 2012," lanjut Incubus.
Incubus sendiri sempat menggelar konser di Indonesia pada Juli 2011 lalu. Kala itu Incubus tampil sangat prima dengan durasi kurang lebih 74 menit. Keempat single tersebut sudah bisa dinikmati di situs www.incubushq.com.
Current members
Brandon Boyd – lead vocals, rhythm guitar, percussion (1991–present)
Mike Einziger – lead guitar, piano, backing vocals (1991–present)
Jose Pasillas II – drums (1991–present)
Chris Kilmore – turntables, keyboards (1998–present)
Ben Kenney – bass guitar, backing vocals (2003–present)
Former members
Alex "Dirk Lance" Katunich – bass guitar (1991–2003)
Gavin Koppell – turntables, keyboards (1995–1998)
Studio albums
Fungus Amongus (1995)
S.C.I.E.N.C.E. (1997)
Make Yourself (1999) - Download
Morning View (2001) - Download
A Crow Left of the Murder... (2004) - Download
Light Grenades (2006) - Download
If Not Now, When? (2011) - Download
Hoobastank adalah band alternatif rock/post grunge asal Amerika yang terbentuk pada 1994. Debut perdana band yang beranggotakan Doub Robb (vokal), Dan Estrin (gitaris), Chris Hesse (drummer) dan Markku Lappalainen (bassit) ini diluncurkan pada 1997 dengan titel MUFFINS.
Namun ternyata album tersebut tidak terlalu berhasil. Begitu pula dengan beberapa album selanjutnya, THEY SURE DON'T MAKE BASKETBALL SHORTS LIKE THEY USED TO (1998) dan FORWARD (2000).
Baru pada album ke-4 di bawah label Island Records, album mereka yang berjudul HOOBASTANK mampu diterima di pasaran, bahkan meraih platinum. Meski di album THE TARGET (2002) tidak terlalu berhasil di pasaran hal ini ditebus pada album THE REASON (2003) dengan hit single The Reason, Crawling In The Dark dan Running Away.
Kesuksesan ini kembali berlanjut di album EVERY MAN FOR HIMSELF yang dirilis pada 2006. Bahkan album ini mendapatkan Gold.
Album terakhir Hoobastank adalah FOR(N)EVER yang dirilis pada 2008. Dengan hit single My Turn, album ini berhasil menduduki posisi 7 di Billboard Top Rock Album di minggu pertama peluncurannya.
Current members
Doug Robb – lead vocals, rhythm guitar (1995–present)
Dan Estrin – lead guitar (1995–present)
Chris Hesse – drums (1995–present)
Jesse Charland – bass (2009–present)
Former members
Jeremy Wasser – saxophone (1995–2000)
Derek Kwan – saxophone (1997–1999)
Markku Lappalainen – bass (1995–2005)
Josh Moreau – bass (2006–2008)
David Amezcua – bass (2008)
Albums
1. 1997 Muffins Label: Independent Formats: CD
2. 1998 They Sure Don't Make Basketball Shorts Like They Used To Label: Independent Formats: CD - Download
3. 2001 Hoobastank Released: November 20, 2001 Label: Island (586435) Formats: CD - Download
4. 2003 The Reason Released: December 9, 2003 Label: Island (000148802) Formats: CD, LP
5. 2006 Every Man for Himself Released: May 16, 2006 Label: Island (000616202) Formats: CD - Download
6. 2009 For(N)ever Released: January 27, 2009 Label: Island (001239902) Formats: CD, DI - Download
Coldplay merupakan band British Alternative Rock, beranggotakan Chris Martin (vokal, gitar, piano), Guy Berryman (bass), Jonny Buckland (lead guitar) dan Will Champion (drums).
Band ini dibentuk pada tahun 1998 di London, Inggris. Coldplay mulai dikenal sejak single mereka Yellow meledak di tahun 2000, diikuti oleh kesuksesan album perdana mereka PARACHUTES. Album ini meraih Best Alternative Music Album pada Grammy Awards tahun 2002.
Pada Agustus 2002, Coldplay mengeluarkan album kedua mereka, A RUSH OF BLOOD TO THE HEAD. Album ini menuai sukses besar, dengan In My Place, The Scientist, dan Clocks. Album ini memenangkan 2 kategori dalam Grammy Awards tahun 2003 yaitu Best Alternative Music Album dan Best Rock Performance by a Duo or Group with Vocal, juga meraih Record of the Year untuk "Clocks" pada Grammy Awards tahun 2004.
Album ketiga Coldplay, X&Y, diluncurkan tanggal 6 juni 2005. Album ini menjadi best-selling album of 2005 dengan total penjualan 8,3 juta di seluruh dunia. Hit-hit dalam album ini antara lain Speed of Sound, Fix You dan Talk. Pada Februari 2006, Coldplay meraih penghargaan untuk Best Album and Best Single pada BRIT Awards.
Sejak Desember 2006, Coldplay sibuk menyiapkan album keempat mereka yang diproduseri oleh Brian Eno dan diharapkan dapat diluncurkan awal 2008.
Coldplay merupakan band yang peduli pada permasalahan sosial dan politik, seperti Oxfam's Make Trade Fair campaign dan Amnesty International. Band ini juga tampil dalam berbagai acara kemanusiaan seperti Band Aid 20, Live 8 dan the Teenage Cancer Trust.
albums
Parachutes (2000) - Download
A Rush of Blood to the Head (2002) - Download
X&Y (2005) - Download
Viva la Vida or Death and All His Friends (2008) - Download
Mylo Xyloto (2011) - Download
Grup yang sering kali disebut beraliran piano
rock ini pertama kali dibentuk di Battle, East Sussex in 1995 namun
dengan menggunakan nama The Lotus Eaters.
Awalnya, Tim Rice-Oxley dan Dominic Scott membentuk sebuah
band dan mengajak Richard Hughes untuk bergabung sebagai drummer.
Tiga orang ini mengawali dengan membawakan lagu-lagu milik U2, Oasis
dan The Beatles.
Tim Rice-Oxley sempat diajak Chris Martin untuk bergabung
dengan Coldplay namun Tim menolak dengan alasan tak bisa
meninggalkan grup band-nya.
Sekitar tahun 1997, Tom Chaplin yang adalah teman masa kecil Tim
Rice-Oxley, ikut bergabung dengan band ini. Saat inilah band ini
kemudian berganti nama menjadi Cherry Keane yang kemudian
disingkat menjadi Keane saja.
Di akhir tahun 1999, Keane mulai mencoba merekam sebuah single
berjudul Call Me What You Like yang mereka rilis dalam format CD
lewat label Zoomorphic yang mereka dirikan sendiri.
Sayangnya, sebelum Keane sempat melepas album, Dominic Scott
keburu mengundurkan diri lantaran ingin melanjutkan pendidikannya.
Baru sekitar tahun 2004, Keane berkesempatan untuk melepas album
pertama mereka yang berjudul HOPES AND FEARS. Album ini sempat
menduduki posisi pertama tangga lagu Inggris di tahun itu. Kesuksesan
album ini segera disusul dengan peluncuran album kedua Keane yang
berjudul UNDER THE IRON SEA di tahun 2006.
UNDER THE IRON SEA yang dilepas tahun 2006 ini juga berhasil
mencapai puncak tangga jajaran lagu di tangga lagu negeri ini.
Keane melepas album ketiga mereka yang berjudul PERFECT
SYMMETRY di bulan Oktober 2008.Namun mereka masih sempat merilis mini album berjudul NIGHT TRAIN
pada 10 Mei 2010. mereka akan merilis album baru berjudul Strangeland pada tanggal 7
Mei mendatang. Uniknya kabar resmi tersebut justru diluncurkan via
video trailer di website mereka.Pada video berdurasi 2 menit
26 detik tersebut juga dijelaskan bahwa Keane telah masuk studio rekaman untuk
mengerjakan album tersebut sejak bulan Januari 2011. Selain itu, Keane
juga menjelaskan alasan mereka menggunakan Strangeland untuk nama
album mereka.
"Album ini tampak seperti melihat ke
belakang dan ke depan, semua hal yang melintas di depanmu, kamu seperti
berada di strangeland (pulau asing)," ujar Richard Hughes sang
penggebuk drum. Strangeland merupakan album keempat
bagi Tom Chaplin dan kawan-kawan.
Evanescence adalah band rock yang berasal dari Arkansas, Amerika Serikat. Pendiri awalnya adalah Amy Lee sebagai vokalist dan Ben Moody sebagai gitarist. Evanescence artinya berpudar. Amy Lee menyenangi nama Evanescence karena tedengar misterius dan gelap.
Album perdana mereka, Origin (dirilis tahun 2000), kurang dikenal oleh masyarakat pecinta musik. Evanescence juga merilis dua EP, yang sekarang sangat dicari-cari para kolektor karena sangat langka: Evanescence EP (1998) dimana ada sekitar 100 eksemplar dan, Sound Asleep EP, yang juga dikenal sebagai Whisper EP (1999), dan terbatas pada 50 eksemplar.
Tidak aneh, Origin dan kedua EP ini mengandung versi-versi demo dari beberapa lagu yang ada di album perdana mereka. Bahkan, rekaman lagu "My Immortal" juga ditemukan di Fallen selain terdapat di Origin, dikurangi beberapa instrumen pengiring. Namun Amy Lee sendiri menganggap bahwa rekaman ini bukan sebuah album yang sejati namun hanya sebuah kumpulan lagu-lagu demo (di mana beberapa di antara tidak dipentaskan secara baik) yang dikirimkan ke perusahaan-perusahaan musik. Hanya 2.500 eksemplar dari rekaman ini yang pernah dibuat dan dengan ini membatasi availability-nya hanya kepada beberapa yang mujur bisa membelinya pada tahun-tahun awal atau kepada mereka yang bersedia membayar ratusan dolar. Sebagai reaksi, Amy Lee bahkan mendorong para penggemar untuk men-download-nya dari internet pada sebuah wawancara.
Tidak mengherankan beberapa perusahaan pembajakan menjual rekaman-rekaman bajakan Origin, biasanya sebagai "rilis ulang Rusia" dan pada harga yang tinggi. Oleh karena itu disarankan bahwa para penggemar seyogyanya jangan membuang uang mereka pada sebuah eksemplar Origin karena kemungkinan besar bukan eksemplar asli dan tidak menguntungkan grup ini lagi.
Evanescence sukses lewat album perdananya yang berjudul Fallen sudah banyak kontroversi mengikuti mereka. Hengkangnya Ben Moody sebagai pemrakarsa pendiri Evanescence, banyak orang akan mengira karir band ini akan berakhir. The Open Door yang menjadi album kedua menjadi jawaban bahwa tanpa Ben, Evanescence bisa meraih sukses meski tidak segemilang pada album Fallen. Tapi di balik semua itu melalui kedua album sebelumnya, terdapat 1 hal yang sangat menghawatirkan. Apa? Ya, apa lagi kalau bukan banyak personil yang hengkang, dan kembali menimbulkan bongkar pasang personil yang kembali teradi. Pasca album The Open Door, personil yang tersisa hanya Amy Lee dan Terry Balsamo di posisi gitar dimana ia sebelumnya hanya menjadi pengisi cadangan. Terry sendiri yang bergabung semenjak tahun 2003 ikut membantu Amy Lee dalam tour Evanescence, Anywhere But Home sebelum akhirnya menjadi anggota tetap pada tahun tersebut hingga saat ini, serta terlibat pembuatan album The Open Door.
Seakan tidak mau tenggelam, Amy bangkit melalui studio album ketiganya yakni, Evanescence. Dengan logo tulisan Evanescence yang bersinar melalui sedikit warna putih yang menyala, dikelilingi warna biru dan hitam terkesan kelam, gelap seolah ingin menunjukan dan menegaskan bahwa Evanescence akan tetap ada dan tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun, ya inilah era kebangkitan Evanescence. Dengan bergabungnya tiga personil baru yakni Troy McLawhorn pada rhythm gitar, Tim McCord pada bass dan terakhir Will Hunt pada posisi drum semakin memantapkan Evanescence untuk terus melaju meninggalkan masa lalu. Dengan berbagai macam personil yang berasal dari latar belakang grup band yang berbeda semakin memperkaya materi album ketiga ini.
Masih mengandalkan genre alternative metal, dipadu dengan unsur gothic rock tetapi pada album ketiga ini, komposisi musik dan lirik yang ditawarkan tetap terdengar berat, suram dan gelap, meski sekilas sama dengan kedua albumnya, tetapi secara musikalitas memiliki nuansa musik yang berbeda dibandingkan kedua album sebelumnya, serta beberapa track dengan irama up-tempo menghiasi album ini. Dengan vokal Amy Lee yang sangat khas dan menawan, serta serasa ‘menghantui’ siapa yang bisa menolak untuk mendengar “What You Want”, yang menjadi track sekaligus single pembuka dimana Will Hunt bermain sangat kencang pada gebukan drum dan berlanjut dengan iringan distorsi gitar yang kuat, namun terdengar catchy dan mudah untuk dicerna membawa pendengar untuk melihat seperti apa Evanescence saat ini. “Made of Stone” “The Change”, “The Other Side” dan “Sick” tetap terdengar lebih gelap dan suram dan menyiratkan keputusasaan.
Bagaimana dengan track balladnya? “My Heart Is Broken” yang pada intronya dibuka dengan piano sedikit mengecoh dimana pada duapuluh detiknya berlanjut dengan pukulan drum yang menghentak, ditambah lirik yang berisi rasa putus asa pasca ditinggal sang kekasih menambah nilai lebih track ini. “Lost In Paradise” track ballad yang sekilas mengingatkan akan “My Immortal” ini mengajak pendengar untuk menikmati vokal Amy yang powerfull. Melalui “Erase This” dan “End Of The Dream” , Evanescence mencoba bermain dengan nuansa up tempo, begitu pula dengan “Never Go Back” terdengar lebih metal. Namun mendengarkan “Ocean” yang langsung menyangkut ditelinga saya serasa mengingatkan akan track pada album Fallen yakni “Whisper” dan ditutup dengan “Swimming Home” track ballad yang sangat jauh berbeda dengan track Evanescence kebanyakan menjadi track penutup yang sempurna.
Berbeda, ya sedikit berbeda atau mungkin bisa banyak jika pendengar masih mengharapkan Amy akan terus bermain seperti kedua album sebelumnya. Evanescence sendiri merupakan album ketiga dimana ini bisa juga dikatakan proyect idealis Amy Lee bersama bandnya pasca beberapa member Evanescence yang lain pergi. Meski tidak banyak sesuatu yang baru ditawarkan, dan dengan menambah sedikit formula dan sentuhan irama ditangan beberapa personil baru, setidaknya album ini merupakan wujud penantian yang memang layak ditunggu setelah rentang lima tahun pasca perilisan album The Open Door. Nick Raskulinecz yang ditunjuk menjadi produser sebelumnya bekerja sama dengan Foo Fighters, Alice In Chains semakin mempertegas musikalitas yang diusung Evanescence melalui album ini. Terlepas dari sukses atau tidaknya, Amy Lee dan Evanescence berhasil membuktikan bahwa dalam keadaan apapun, Evanescence akan tetap ada, dan tidak ada yang menghalangi untuk terus melangkah ke depan.
Member :
Amy Lee - Vokal, Piano, Harpa dan Keyboards
Tim McCord - Bass
Terry Balsamo - Gitar
Will Hunt - Drummer
Troy McLawhorn - Gitar
Mantan Member : Rocky Gray - Drummer (pisah Mei 2007) John LeCompt - Gitar (pisah Mei 2007) William Boyd - Bass (pisah Juni 2006) Ben Moody - Gitar utama (salah satu pendiri - pisah Oktober 2003) David Hodges - Keyboards (pisah December 2002)
Daftar Lengkap Lagu-lagu Evanescence Evanescence EP (Desember 1998, dirilis oleh BigWig Enterprises)[edisi terbatas, hanya 100 eksemplar]:
1. Where Will You Go (EP versi) 2. Solitude 3. Imaginary (EP versi) 4. Exodus 5. So Close 6. Understanding 7. The End Sound Asleep/Whisper EP (Agustus 1999 dirilis oleh Evanescence dengan pertolongan dari BigWig Enterprises)[edisi terbatas, hanya 50 eksemplar]:
1. Give Unto Me (Sound Asleep versi) 2. Whisper 3. Understanding (Sound Asleep versi) 4. Forgive Me 5. Understanding 6. Ascension of The Spirit (instrumental)
Origin (4 November 2000, oleh BigWig Enterprises): 1. Origin (instrumental) 2. Whisper 3. Imaginary (Origin version) 4. My Immortal 5. Where Will You Go 6. Field Of Innocence 7. Even In Death 8. Anywhere 9. Lies 10. Away From Me 11. Eternal (instrumental)
Fallen (4 Maret 2003, oleh Wind-Up Records) [debut album]: - Download Disini 1. Going Under 2. Bring Me To Life 3. Everybody's Fool 4. My Immortal 5. Haunted 6. Tourniquet 7. Imaginary (versi Fallen) 8. Taking Over Me 9. Hello 10. My Last Breath 11. Whisper (versi Fallen)
(Beberapa saat setelah pertama kali diluncurkan ke pasaran internasional, lagu ke 12 ditambahkan ke album ini, yaitu My Immortal [versi band])
Anywhere But Home [live from Paris] (23 November 2004): - Download Disini 1. Haunted [live] 2. Going Under [live] 3. Taking Over Me [live] 4. Everybody's Fool [live] 5. Thoughtless (korn cover) [live] 6. My Last Breath [live] 7. Farther Away [live] 8. Breathe No More [live] 9. My Immortal [live] 10. Bring Me To Life [live] 11. Tourniquet [live] 12. Imaginary [live] 13. Whisper [live] 14. Missing (previously unreleased)
The Open Door ( 3 Oktober 2006): - Download Disini 1. Sweet Sacrifice 2. Call Me When You're Sober 3. Weight Of The World 4. Lithium 5. Cloud Nine 6. Snow White Queen 7. Lacrymosa 8. Like You 9. Lose Control 10. The Only One 11. Your Star 12. All That I'm Living For 13. Good Enough
Evanescence - Download Disini 1. What You Want 2. Made of Stone 3. The Change 4. My Heart is Broken 5. The Other Side 6. Erase This 7. Lost in Paradise 8. Sick 9. End of The Dream 10.Oceans 11.Never Go Back 12.Swimming Home
plus bonus track in deluxe edition 13.New Way to Bleed 14.Disappear 15.Secret Door 16.Say You Will
Daftar Album Single: Bring Me To Life promo single (Januari 2003, oleh Wind-Up Records): 1. Bring Me To Life
Bring Me To Life single (April 2003, oleh Wind-Up Records): 1. Bring Me To Life (album version) 2. Bring Me To Life (bliss mix) 3. Farther Away (final edit) 4. Missing
Going Under single (September 2003, oleh Wind-Up Records): 1. Going Under (album version) 2. Going Under (live acoustic) 3. Heart Shaped Box (acoustic Nirvana cover) 4. Going Under (video)
My Immortal single (Desember 2003, oleh Wind-Up Records): 1. My Immortal (band version) 2. My Immortal (album version) 3. Haunted (live @ AOL sessions) 4. My Immortal (live from Cologne)
Everybody's Fool single (Mei 2004, oleh Wind-Up Records): 1. Everybody's Fool (album version) 2. Taking Over Me (live from Cologne) 3. Whisper (live from Cologne) 4. Everybody's Fool (instrumental)
Ada juga lagu yang tidak pernah dijual secara umum, yaitu lagu demo mereka pada tahun 1997-1998 dan 2001-2002 yang banyak beredar di situs fan di internet.